Berita  

Bupati Labura Serahkan STD-B ke Petani Desa Simangalam

LABURA (Ketix.id): Bupati Labuhanbatu Utara (Labura), Hendri Yanto Sitorus, S.E., M.M didampingi Wakil Bupati H. Samsul Tanjung, S.T., M.H serahkan Surat Tanda Daftar Usaha Perkebunan Usaha Perkebunan untuk Budidaya (STD-B) kepada petani di Desa Simangalam, Kecamatan Kualuh Selatan, Senin 29 Januari 2024.

STD-B ini diserahkan langsung oleh Hendri Yanto kepada 30 orang petani yang tergabung dalam Koperasi Produsen Karya Desa Mandiri dengan luasan lahan keseluruhan ± 43,1 hektar.

STD-B sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Pertanian No : 98/PERMENTAN/OT.140/2013 adalah keterangan budidaya yang diberikan kepada pekebun yang kemudian ditindaklanjuti dengan Keputusan Direktur Jenderal Perkebunan No : 105/KPTS/PI.400/2/2018 tentang Pedoman Penerbitan Surat Tanda Daftar Usaha Perkebunan Untuk Budidaya. Sasaran penerbitan STD-B ini adalah pelaku usaha perkebunan dengan luasan kurang dari 25 hektar.

” Terimakasih kepada tim Koperasi Produsen Karya Desa Mandiri yang telah memfasilitasi terlaksananya acara ini. Ketik.id menyampaikan harapan, kegiatan ini dapat membuat Koperasi Produsen Karya Mandiri menjadi lebih baik dan maju dalam pengelolaan kelapa sawit yang berkelanjutan dan terintegrasi dengan pembangunan daerah di Kabupaten Labuhanbatu Utara, melalui program pendataan dan pendaftaran perkebunan sawit rakyat, ” kata Hendri Yanto dalam sambutannya.

Lanjut bupati yang akrab disapa HYS ini, meskipun STD-B ini bukan termasuk perizinan usaha, namun dianggap penting, agar pemerintah daerah, dalam hal ini bupati dan walikota dapat mengetahui status, tingkat produktivitas, kepemilikan lahan dan data teknis kebun.

HYS juga mengungkapkan, pemanfaatan STD-B di Labura masih tergolong sangat kecil, hanya 1,87 % atau 2.109,18 hektar dari luasan kebun kelapa sawit mandiri milik masyarakat yang berjumlah ± 112,65 ribu hektar.

Untuk itu, lanjut HYS, seiring peningkatan pembinaan pekebun dan peningkatan produktivitas perkebunan di Labura, STD-B sangat diperlukan untuk pendataan statistik dan identifikasi masalah perkebunan, bahan penyusunan kebijakan tata kelola perkebunan, keperluan persyaratan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan persyaratan peremajaan kelapa sawit pekebun.

Menutup sambutannya, HYS berharap, penerbitan STD-B ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi petani pekebun kelapa sawit di Labuhanbatu Utara.

Kepala Dinas Pertanian, drh. Sudarija, kepada Ketix.id, menyampaikan kesiapan instansi yang dipimpinnya untuk melakukan verifikasi dan memvalidasi usulan atau pengajuan STD-B berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian No : 98/PERMENTAN/OT.140/2013.

” Intinya kami sebagai leading sektor yang ditugaskan, siap melakukan verifikasi dan validasi usulan STD-B sesuai dengan peraturan menteri pertanian, ” kata Sudarija, menjawab konfirmasi Ketix.id. (renz)


Dilihat : 33

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *